Semester 2 mendekat berakhir …… artinya, semakin dekat juga ke masa tahun kedua gue kuliah. tapi, sebelum menjadi itu, gue masih punya satu pertanyaan besar yang belum pernah berhasil gue resolved dari SMA :

 

Soal -apa yang disebut- bargaining position.

 

bargaining position itu nantinya berpengaruh terhadap kebaikan yang bisa dicapai terhadap lingkungan sekitar. jadi, kurang lebih barganing position memang berbicara soal fungsionalitas kita.

tapi, yang menjadi pilihan sulit adalah apakah cara memperbesar bargaining position harus selalu ‘mengalur dan mengalir’ ?

 

ikut nongkrong, kumpul, atau teriak – teriak di gym ?

terus, gimana dengan waktu berjam – jam yang terbuang tadi ?

Popularity: 15% [?]

Mungkin agak sulit untuk dicerna apabila kita selalu mengaitkan kegiatan dakwah kita dengan dalil yang selalu terkesan panjang, agamis, dan keras. tulisan ini dimaksudkan untuk mengajak para pembaca untuk memandang konsep dakwah dari segi lain, yang mungkin belum pernah terpikirkan. dengan perspektif ini diharapkan adanya feels berdakwah yang erat kaitannya dengan kasih sayang dan penuh damai.

Di dunia ini tentu saja terdiri dari banyak makhluk hidup. hewan, tumbuhan, dan tentu saja kita para manusia. dan dari sifat Allah swt. yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim ketiga kategori ini diberikan anugerah yang sama. yaitu hak untuk hidup. itu adalah satu nikmat yang sama rata semua kita dapatkan,

masih adakah nikmat lain ? tentu saja masih. lebih spesifik dari itu terbagi lagi dalam ruang lingkup yang lebih sempit. hewan, dibagi – bagi lagi ada aves yang bisa terbang, ada ikan yang menyelam dilautan, ada bunglon dengan kemampuan merubah warna. itu semua digunakan untuk bertahan hidup dan mencari makan. ditumbuhan pun Allah swt. memberikan rezeki yang sebanding. fotosintesis misalnya. tumbuhan tidak perlu melakukan mobilitas untuk mencari makan, biar makanan yang datang menghampiri. dan tentu saja, kita para manusia pun diberi nikmat yang paling agung yaitu akal.

Continue reading “Sepotong Kue Untuk Dibagi” »

Popularity: 22% [?]

Sepotong Kue untuk Dibagi

yak, sebelum lebih jauh …. yang ingin gue share sidikit adalah kenapa harus jadi aktivis dakwah sekolah …..

kenapa ? dari semua ranah yang ada kenapa harus disekolah ?

Pertama,  alasannya sangat sederhana …karena yang baca ini semua adalah anak sekolah. dan lingkungan yang paling dekat dengan aktivitas lu adalah sekolah, maka secara rasional-logis dapat disimpulkan akan lebih mudah daripada kita pindah ke ranah dakwah lain.

Kedua, gue pun mau berbicara dari sisi lain. kita tahu bahwa Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang. dia memberikan hidup kepada seluruh makhluk hidup di kolong langit ini. binatang, hewan tumbuhan, dan tentunya kita para manusia.

nah, dari semua nikmat yang diturunin sama Allah, ada nikmat spesifik yang diturunin cuma buat manusia, yaitu nikmat akal. binatang ga unya akal, begitu juga dengan tumbuhan. nah, dari nikmat akal yang diberikan tuhan cuma buat manusia, lebih fundamental lagi adalah nikmat iman. karena kita tahu, bahwa ga semua orang berakal didunia inim punya iman dalam dadanya. dan, yan harus kita syukuri adalah iman kita sifatnya given dari orangtua kita. mungkin kalo kita reverse time jadi orang tua kita adalah non-muslim, dapet hidayah itu sangat susah, dan pengorbanannya bisa jadi tidak sedikit.

nah, dari sini. diasumsikan bahwa kita adalah orang yang punya iman, maka pertanyaan terbesar kita adalah ‘Apa wujud rasa syukur kita terhadap hal ini ?’

Continue reading “#Gazing” »

Popularity: 58% [?]

Hari ini jadi berpikir …… soal sepenggal kejadian hidup, yang mungkin sering kita lewatin. ini soal berubah.

dari satu kata ‘berubah’ini mungkin banyak banget emosi yang terkandung didalamnya, dan gue sangat amat yakin ada makna yang berbeda bagi setiap orang soal satu kata ini.

dan berubah dalam perspektif gue pribadi, tidak selalu mencerminkan hal negatif. kayak di sineteron …. “Kamu berubah ….. Kita udah gak cocok lagi …. Kita Putus !” akhirnya jomblo … dan dia ngambang dilaut.

enggak. enggak kayak gitu.

Ternyata hari ini, seluruh anak kelas 3 SMP ataupun SMA menghadapi ujian Try Out, dan bagi gue, masa – masa ini adalah masa yang amat labil. semua tempat diseluruh kota bogor dipenuhin sama anak – anak remaja labil putih abu dan putih biru ini. waktu jaman gue SMP, masa TO adalah masa dimana pulang cepet ! dan tandanya … Let’s Go To Gramed !

eh, tapi gue lagi gak mau ceirta soal ABG putih-abu atau putih biru yang ababil. kalo gue amati lagi potongan dari setiap scene – scene yang sempat gue foto di memori otak, gue menemukan ada muka – muka polos dari anak – anak ini (terutama SMP). muka – muka yang ababil ini mungkin bisa berubah jadi seorang yang 180,5 derajat berbeda di masa depan.

Continue reading “Para Aktor Perubahan” »

Popularity: 24% [?]